Haruskah Timnas U19 Dibubarkan?

20141119-garuda_jaya.jpg
Di tahun 2013 yang lalu, rakyat Indonesia pasti berbangga hati dengan prestasi timnas U19 yang dikepali oleh Indra Sjafri. Tak tanggung-tanggung, timnas yang berjuluk Garuda Jaya ini mampu memenangi Piala AFF Suzuki Cup 2013 setelah mengalahkan Vietnam di laga final dalam babak adu penalti. Beberapa bulan berselang, anak-anak muda harapan sepakbola Indonesia ini juga kembali membuat rakyat Indonesia kembali bergembira setelah lolos babak penyisihan grup di ajang Piala Asia 2014. Saat itu, anak-anak asuh Indra Sjafri berhasil mengalahkan timnas U19 Korea Selatan di akhir laga penyisihan grup dengan skor 3-2. Simak informasi lengkapnya di Agenbola.net yang juga menyediakan informasi tentang informasi pelatih dan pemain bola luar negeri.

Berbagai pujian dari berbagai kalangan mengalir deras untuk timnas U19. PSSI selaku komite sepakbola tertinggi di Indonesia meminta para pemain timnas untuk tidak bergabung di dalam tim mereka masing-masing. Mereka diminta mengikuti pelatihan nasional jangka panjang sambil mengasah dan meningkatkan kualitas permainan mereka. Sayangnya, apa yang sudah dilakukan oleh para pemain dan para staf pelatih tak mampu membuat timnas U19 bertahan lama. Pasalnya pada ajang Piala Asia beberapa bulan yang lalu, Indonesia pulang dengan tangan kosong, tanpa poin setelah dihajar oleh Uni Emirat Arab, Uzbekistan dan Australia.

Kekalahan ini membuat Evan Dimas dan kawan-kawan tertunduk lesu dan menangis sedih karena harus mengubur mimpi mereka untuk tampil di Piala Dunia U20 tahun depan. Melihat kemunduran ini, PSSI bergerak cepat dengan memulangkan semua pemain dan membubarkan timnas U19. Bahkan pelatih kepala timnas U19 harus rela dipecat oleh PSSI.

Banyak kalangan menilai bahwa hal tersebut tidak perlu dilakukan karena kerangka tim Garuda Jaya sudah cukup bagus dan kuat. Para pemain hanya perlu latihan mental dan kemampuan olah bola lebih banyak lagi. Namun, nasi sudah menjadi bubur karena saat ini mantan para pemain timnas U19 sudah dikontrak oleh klub-klub Indonesia Super League (ISL).

Category: General

Ada Apa dengan Manchester United Musim Ini?

Siapa yang tak kenal dengan tim asal kota Manchester yang disebut the Red Devil? Yup, Manchester United merupakan salah satu tim sepakbola terbaik di Eropa dan liga Premier Inggris. Musim ini, Manchester United dilatih oleh mantan pelatih timnas Belanda, yaitu Luois van Gaal. Pelatih bertangan dingin ini sudah menunjukkan hal positif kala MU menjalani laga pra musim. Semua laga disapu bersih oleh the Red Devil.

20141104-mu_kalah.jpg

Sejumlah pemain top dunia berhasil didatangkan oleh tim yang pernah meraih 11 gelar FA dan 3 gelar liga Champion. Ada Radamel Falcao yang dipinjam dari AS Monaco, Ander Herrera yang didatangkan dari Atletic Bilbao, Angel Di Maria yang ditransfer dari Real Madrid, Marcos Rojo dan Daley Blind. Pemain-pemain baru ini menjadi harapan baru untuk Manchester United. Sayangnya, sepakbola tidak bisa diprediksi. Para fans yang berharap bisa melihat tim ini meraih banyak kemenangan harus tertunduk lesu karena pada pekan ke 10, Manchester United baru mengemas 3 kali kemenangan dan duduk manis di peringkat ke 10.

Banyak pihak menduga keterpurukan MU disebabkan karena kurang padunya tim dan ada juga yang menganggap bahwa hal ini disebabkan karena permainan tim yang sudah melempem dan terbaca oleh lawan. Jika dilihat dari susunan pemain, jelas Manchester United adalah skuad mahal karena dihuni oleh pemain-pemain tenar.

Di pekan ke 10 minggu yang lalu, Manchester United harus kembali menelan pil pahit dalam laga derby Manchester. Ya, the Red Devil harus tertunduk lesu saat pertandingan berakhir 1-0 untuk kemengangan tim tuan rumah Manchester City. Pemain-pemain MU dinilai tidak menunjukkan kapasitas terbaik mereka. Para fans bahkan mencerca beberapa pemain yang dianggap bermain di bawah top perform mereka di media sosial.
Beberapa kalangan menilai bahwa Manchester United tidak memiliki bek tangguh setelah kepergian Patrice Evra, Rio Ferdinand an Nemanja Vidic. Hal ini membuat pertahanan MU mudah ditembus lawan. Mudah-mudahan MU lebih baik kedepannya. :)

Category: General

Sepakbolaku

Sejak kecil, aku sudah gila sepakbola. Aku masih ingat betul setiap kali aku pulang sekolah sekitar pukul 16.00 WIB, aku langsung ganti pakaian dan menuju lapangan sepakbola. Tubuhku yang tinggi dan ramping membuatku punya daya tahan tubuh yang cukup baik. Hal itu terbukti dengan kecepatan lariku di atas teman-temanku. Aku cukup disegani ketika bermain sepakbola karena aku juga punya tendangan yang cukup keras. Saat pertama kali aku mencintai sepakbola, posisiku adalah penjaga gawang. Setelah mendapatkan banyak cidera di jemariku, aku pun memutuskan untuk mengganti posisiku sebagai seorang gelandang.

20141017-sepak_bola_a.jpg

Menjadi gelandang ternyata adalah posisi idealku. Di tim sepakbola SMAku aku menjadi gelandang serang, begitu juga di tim sepakbola di daerahku. Walau berposisi sebagai gelandang, aku kerap kali menjadi mesin gol untuk timku. Aku memiliki naluri mencetak gol yang cukup baik. Begitu juga dengan naluri bertahanku, aku juga sering membantu para defender untuk bertahan ketika kami diserang lawan.

Category: General